Sabtu, 04 Desember 2010

Nasehat Universal

Aaah nasehat, atau petuah, apa yang dikatakan nenek dan hal-hal seperti itu. Hmph, siapa yang benar-benar mendengarkan hal-hal seperti itu. Belajar dari pengalaman orang lain memang bisa sangat sulit, kadang seseorang harus merasakan api itu panas sebelum menghindarinya. Apalagi orang yang memperingatkan itu sudah tua, beda generasi, dan di jaman yang sudah hampir sepenuhnya berbeda. Nasehat-nasehat mereka seperti sudah tidak ada korelasinya denga apa yang terjadi sekarang. Tapi masak iya c, hmph...

Ada sesuatu yang di sebut nilai universal di dunia ini, hal-hal yang akan terus berlaku tanpa mempedulikan waktu ataupun tempat. Seperti tentang keadilan atau mencuri mungkin. Di mana pun atau kapan pun di dunia ini mencuri hak orang lain merupakan sesuatu yang tidak bisa dibenarkan, berlaku di semua tempat. Yang membedakan mungkin hanya cara memperoleh keadilan dari hal tersebut, ada yang di bunuh, potong tangan, di penjara, di kucilkan dan sebagainya. Hal ini lah menurut saya yang membedakan dari suatu nilai universal, akibat sesudahnya itu tadi. Yang tergantung dari pemikiran atau nilai budaya pada suatu masyarakat tempat di tempatkannya.

Itu tadi contoh yang umum dengan lingkup yang besar. Sekarang ke contoh lain yang lebih kecil, atau lebih personal. Contoh yang mungkin masih bisa di dengar dari orang-orang tua itu. Bisa jangan pulang malam, kalau bangun jangan mbangkong, jangan makan banyak-banyak, kalau mau tahu seseorang itu dari temannya, yang sungguh-sungguh kalau belajar, jadilah diri sendiri, atau bla bla bla lain yang cuma lewat begitu saja. Tentang poin kalau mau tahu seseorang itu dari temannya, yaa mari coba di bahas itu. Ini mungkin salah satu nasehat yang paling di remehkan atau tidak di anggap ada nilai seperti itu.

Misalnya ada R yang sering kumpul dengan anak heboh, V dengan anak diam, atau Q dengan anak yang gaya-gaya/gaul-gaul/ya begitulah, dan I dengan anak yang biasa aja. Empat contoh di atas bisa ditemukan di manusia atau pun hewan-hewan lain yang hidupnya berkelompok. Ada hal-hal tidak terlihat yang membuat orang tertentu merasa nyaman di kumpulan atau klan tertentu. Jadi hal seperti ini bukanlah suatu kebetulan, tetapi hasil dari memutuskan setelah membandingkan dari beberapa kawanan yang ada. Sekarang misalnya kita letakkan Q dengan I di tempat yang netral untuk beberapa saat, tentu tidak masalah bagi mereka untuk saling berkomunikasi atau menemukan kesamaan-kesamaan. Tapi tentunya tempat yang netral itu merupakan hal yang absurd di dunia ini. Pada akhirnya Q dan I akan tertarik gravitasi yang mengarahkan ke kawanannya.

yaah itulah, nasehat yang sedang ku temukan maknanya sekarang, yang mungkin suatu saat akan kusampaikan ke generasi sesudahku untuk mereka abaikan, dan kemudian akhirnya mereka temukan kebenarannya sendiri. Selamanya akan berputar-putar seperti itu. Universal.

3 komentar:

my blog mengatakan...

1 kata yang ku bingung, apa itu nggacor?????

rvq1 mengatakan...

ngelantur tu, ngomong gak jelas, hehe...
pi menurut sudut pandang psikologi, pandanganq tu gimana God?

my blog mengatakan...

ehem...ehem....(nggaya sek ) iya, dalam suatu generasi biasanya mempunyai tugas yang apa yang disebut orang kebanyakan adlah belajar, menurut stanton itu adalah suatu faktor yang mempengaruhi tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman masa lalu, mereka belajar memahami dunia waktu itu, karena itu yang tertanam dari diri mereka maka mereka merasa punya kewajiban tuk memberikan gambaran pada generasi muda, intinya terima positifnya aja, karena kita tidak pernah tua, namun mereka pernah muda, tentu mereka punya lebih banyak pengalaman, gyan budaya kita harus dijunjung, budaya yang menghormati generasi yang lebih tua,