hahahahahahahaha, geje
Hm, mule dari mana ya, dari Darwin's Nightmare aja. Ini film dokumenter, sutradaranya Hubert Sauper. Ceritane tentang dampak globalisasi di Danau Victoria, danau terbesar di Afrika sana, dan daerah-daerah sekitar danau itu. Selain mengetahui efek-efek dari globalisasi yang sepertinya terlalu banyak negatifnya di danau itu, aku juga bisa tahu bagaimana orang-orang yang hidup di sekitarnya. Nah ini salah satunya yang menarik bagiku, mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang di jauh sana. Terutama kalau bisa sampai membuatku merasa ada atau perlu hal-hal yang harus dikerjakan. Seperti menguatkan pendapat kalau di dunia yang penuh ketidaksempurnaan inilah kamu bisa menemukan kesempurnaan. Jadi apa yang terjadi di sana, di masyarakat sekitar danau itu?
Kelaparan, pembodohan, perampasan, ketidakadilan, pembusukan dan hal-hal yang kompleks lainnya. Nah, bagaimana jika kita yang hidup di tempat seperti itu?...waha, pertanyaan yang lum pada tempatnya sepertinya ne.
Hm, entah karena efek dari adanya kamera yang sedang aktif atau apa, orang-orang di situ terlihat ramah-ramah, memiliki senyum yang bisa membuat orang lain ikut senyum. Tapi meskipun setelah melihat seberapa ramah atau menderitanya orang-orang yang ramah itu, apa yang bisa kita lakukan, atau apa yang kita lakukan sesudahnya? hampir tidak ada kan. Mungkin cuma bilang di dalam hati, "wiii, kasian ya", terus kembali melakukan hal-hal yang lain.
Iya c, memang sulit untuk bisa menjangkau mereka, membantunya, terutama jika mengingat ada hal-hal lain yang kita sukai, ada masalah-masalah lain yang juga perlu diselesaikan di sekitar atau rumah kita. Dunia yang dekat tadi seperti menjadi jauh lagi jika dalam hal melakukan sesuatu, beraksi. Dan mungkin hidup kita akan surem atau murung sekali jika fokus pada betapa tidak sempurnanya dunia ini. Tapi benar gak c pendapat itu? Maksudku bagaimana jika kita selalu mengingat dan memikirkan mereka yang mendapatkan ketidakadilan baik dekat ataupun jauh di sana?
Kalau buatku c hal itu mungkin aku jadi gak maen game lagi, mengurangi waktu tidurku, bermalas-malas an, dan tentunya akan mengubah beberapa impian-impian pribadiku. Seperti harus ada pengingat di sini, yang bisa di bawa ke mana-mana, yang setidaknya bisa membuat kita merasa bersalah kalau kembali melakukan hal-hal di atas.
Lemas sekali. Menulis kata-kata di atas sudah cukup untuk membuatku merasa tidak berdaya, seperti secara otomatis teringat akan kebuntuan rencana-rancana 'mulya' ku, dan mengingat bagaimana aku bisa menjalani hari dengan normal saja, kecuali pada saat-saat aku mengingat akan rencana-rencanaku tadi, seperti sekarang. Kegagalan-kegagalan tadi seakan akan membuatku tidak mau membuat rencana-rencana lagi. Percuma. Haduuu.
Bisa menjangkau atau membantu orang-orang yang kurang beruntung merupakan perbuatan yang mulia, dengan imbalan yang sangat besar sekali, ketenangan dan ketentraman hati seseorang. Dan sudah hukum alamlah bahwa imbalan yang besar harus dicapai dengan sesuatu yang besar juga.
Jadi tolong, tolong jangan menyerah,......please.
Hm, entah karena efek dari adanya kamera yang sedang aktif atau apa, orang-orang di situ terlihat ramah-ramah, memiliki senyum yang bisa membuat orang lain ikut senyum. Tapi meskipun setelah melihat seberapa ramah atau menderitanya orang-orang yang ramah itu, apa yang bisa kita lakukan, atau apa yang kita lakukan sesudahnya? hampir tidak ada kan. Mungkin cuma bilang di dalam hati, "wiii, kasian ya", terus kembali melakukan hal-hal yang lain.
Iya c, memang sulit untuk bisa menjangkau mereka, membantunya, terutama jika mengingat ada hal-hal lain yang kita sukai, ada masalah-masalah lain yang juga perlu diselesaikan di sekitar atau rumah kita. Dunia yang dekat tadi seperti menjadi jauh lagi jika dalam hal melakukan sesuatu, beraksi. Dan mungkin hidup kita akan surem atau murung sekali jika fokus pada betapa tidak sempurnanya dunia ini. Tapi benar gak c pendapat itu? Maksudku bagaimana jika kita selalu mengingat dan memikirkan mereka yang mendapatkan ketidakadilan baik dekat ataupun jauh di sana?
Kalau buatku c hal itu mungkin aku jadi gak maen game lagi, mengurangi waktu tidurku, bermalas-malas an, dan tentunya akan mengubah beberapa impian-impian pribadiku. Seperti harus ada pengingat di sini, yang bisa di bawa ke mana-mana, yang setidaknya bisa membuat kita merasa bersalah kalau kembali melakukan hal-hal di atas.
Lemas sekali. Menulis kata-kata di atas sudah cukup untuk membuatku merasa tidak berdaya, seperti secara otomatis teringat akan kebuntuan rencana-rancana 'mulya' ku, dan mengingat bagaimana aku bisa menjalani hari dengan normal saja, kecuali pada saat-saat aku mengingat akan rencana-rencanaku tadi, seperti sekarang. Kegagalan-kegagalan tadi seakan akan membuatku tidak mau membuat rencana-rencana lagi. Percuma. Haduuu.
Bisa menjangkau atau membantu orang-orang yang kurang beruntung merupakan perbuatan yang mulia, dengan imbalan yang sangat besar sekali, ketenangan dan ketentraman hati seseorang. Dan sudah hukum alamlah bahwa imbalan yang besar harus dicapai dengan sesuatu yang besar juga.
Jadi tolong, tolong jangan menyerah,......please.

1 komentar:
hmm...jujur aku cuma bisa menangkap makna dari postinganmu yang ne, pa karena terlalu ada dalam diriku, ya? pe aku ga perlu mendalami lewat sumber laen, hehe
Poskan Komentar