Senin, 31 Mei 2010

main - main

Mulai ne gimana yo, kaya kaku jarang nulis ni. Kebanyakan masukan atau adegan-adegan di kepalaku, bingung mau dari mana. Hm, coba ta mulai urut aja wes ya.

Ke rumahnya waktu sore hari, sekitar jam 3, waktu mau buka pinta gerbangnya, dia udah ngintip dari pintu, ketawa-ketawa, kaya seneng banget lihat ada tamu atau mungkin aku ya, haha. "Mas Weda ada?", kataku.
Kemudian mulai terdengar teriakan-teriakannya untuk manggil kakaknya. Berkali-kali dan keras sekali. Aku dah di dalam rumahnya, duduk di ruang tamu, dia datang mendatangiku dengan berlari, bersembunyi di balik sofa, ketawa-ketawa, berusaha mencari perhatianku.

Karena Weda nya belum bangun juga, aku berinisiatif untuk bangunin dia langsung. Ke atas, ke kamarnya, dengan dia mengikutiku. "Di situ lo Mas", katanya menunjukkan jendela tempat aku bisa manggil kakaknya, karena pintunya masih dikunci ma Weda. Melihatku yang ada di jendela kamarnya, Weda langsung bangun, membuka kamarnya, bersalaman denganku kemudian ke kamar mandi terlebih dahulu. (hha, pis Da)

Sementara itu dia (ku ganti Ida aja yo, cek gak bingung). Sementara itu Ida masih asik berlari-lari atau senyam-senyum di sekitarku, seperti ingin bermain. "Kamu gak bisa ngejar aku?!", katanya tiba-tiba. Hah! kaget aku, yang mungkin bisa disebabkan oleh dua hal; 1. Ida berpikir bisa lari dariku. 2. Ada yang ngajak aku main kejar-kejar an. Lebih karena untuk menyenangkan Ida, aku mengejarnya. Dengan kecepatan yang satu tingkat di bawah Ida. Setiap kali aku hampir menangkapnya dia langsung teriak dan ketawa-ketawa. Akhirnya Weda dah selesai mencuci mukanya, kemudian kita main dan ngobrol di kamarnya.

Setelah lama main dan sesekali bicara ma Weda, aku mengajaknya untuk jalan-jalan keluar aja. "Kamu gak bisa ngejar aku!", kataku pada Ida yang dari tadi "mengganggu" kita. Aku berlari pelan turun ke bawah, ke halaman depan rumahnya, di ikuti Ida yang teriak-teriak di belakangku, sedangkan Weda masih mematikan laptopnya. Selama beberapa menit kita berlari-lari (aku jalan d sepertinya) berputar-putar di halamannya, Ida terus berusaha menangkap ku, mengulurkan tangannya ke arahku, dengan ketawa-ketawa dan teriak-teriak keras sekali.

(hm, ta sambung tar ah)

1 komentar:

my blog mengatakan...

waduh qie, hahaha sumpah ktawa aku