Waa, dalam waktu kurang seminggu itu otomatis harus ada isinya berarti blognya ya. Terus yang jarang atau gak pernah nulis gimana ya, gampang, tinggal copy-paste ez, cepet-praktis-instan. Cari artikel yang menarik di Internet, terus di jadi in isi blog masing-masing, kalau cocok. Yang penting kan dah ada tulisannya.
Tentu saja seperti pada semua hal, benar dan salah tergantung bagaimana kita melihatnya, juga masalah copy-paste ini. Yang berarti pemahaman satu orang bisa beda dengan orang lain, tetapi sama-sama benarnya. Kebenaran di sini bukan 5+5 sama dengan berapa, tetapi 10 itu berapa ditambah berapa. Misalnya Si A mengatakan bahwa mengkopi itu tidak boleh, karena sama saja dengan mencuri, di sisi lain Si B mengatakan mengkopi itu boleh-boleh saja, karena itu sama saja dengan pinjam-meminjam atau berbagi dalam skala global. Tergantung dari alasannya, kadang sesuatu yang terlihat salah bisa menjadi benar. Semua orang melihat dari jendelanya sendiri-sendiri. Ada yang mengatakan bahwasanya dosa utama dan satu-satunya itu adalah mencuri, dan dosa-dosa lain adalah turunan dari mencuri. Jadi dalam hal copy-paste ini, tentunya merupakan sesuatu bentuk pencurian apabila kita mengkopi-paste tulisan orang lain, tanpa mencantumkan alamat asli dari tulisan itu, seperti yang banyak saya jumpai di blog-blog pelatihan kali ini. Dalam kasus ini anggapannya bahwa "korban" adalah seseorang yang ingin dihargai(baca=dicantumkan namanya) atas hasil pikirannya. Tetapi apabila kita menganggap "korban" adalah seseorang yang ikhlas dan malah lebih suka apabila hasil pikirannya banyak yang baca, tentu persoalan akan lain.
Secara umum memang ada etika berinternet yang di mana kita tidak bisa seenaknya saja mengkopi-paste karya orang lain tanpa memberi timbal balik apapun terhadap penulis asli. Tapi, yah, etika merupakan sesuatu yang relatif dan progresif.
Kembali ke masalah copy-paste pada penulisan blog yang di lakukan mahasiswa-mahasiswi pada pelatihan ini, beberapa alasan yang saya kemukakan di atas sepertinya tidak berlaku, atau meleset semua. Sebab utamanya adalah nilai, yang diikuti dengan malu-males-cari gampang aja-dan gak niat sebagai turunannya.
"Kita di sini cuma pelatihan aja, kalau masalah blog ini ya supaya mereka ngerti aja, urusan ntar mereka copy-paste mulu atau setelah pelatihan ini gak pernah di utak-atik lagi blognya bukan wilayah kita lagi, yang penting tujuan pelatihan ini udah tercapai, yakni mahasiswa mengerti cara membuat dan utak-atik blog!"
Hmph, gitu ya....

0 komentar:
Poskan Komentar